Resume buku
Sistem reproduksi manusia baik pada pria maupun wanita terdiri atas kelenjar" dan saluran" untuk mengalirkan sel kelamin ke tempat pembuahan dan pembentukan embrio
Sel sperma mempunyai struktur berbentuk sel tunggal yg tersusun dari kepala dan ekor. Ekor berfungsi menggerakkan sperma, sedangkan kepala berisi informasi genetik. Untuk keluar dari tubuh sperma berenang melewati duktus epidemis, vasa deferensia, dan bermuara di Vesekula seminalis. Pada pertemuan urera dengan vasa deferensia, terdapat kelenjar prostat dan dibelakangnya terdapat kelenjar cowper. Kedua kelenjar tersebut menghasilkan cairan semen dan sperma.
Pada pria, ada penis yg berfungsi mengeluarkan cairan sperma
Pada wanita, ada sepasang ovarium yang berfungsi menghasilkan ovum. Setiap ovarium mempunyai saluran telur yang disebut dengan oviduk atau tuba fallopi. Kedua saluran telur bermuara pada uterus (rahim). Leher rahim (serviks) berhubungan dengan lubang keluarnya bayi yang disebut dengan vagina.
Ketika ovum telah matang, ovum dikeluarkan dari ovarium menuju uterus. Dalam perjalanan ke uterus, jika ovum bertemu dengan sperma disaluran telur, ovum akan dibuahi oleh sperma. Proses pembuahan ovum oleh sperma disebut fertilisasi. Ketika proses pembuahan berlangsung, hanya kepala sperma yang masuk ke dalam ovum. Kemudian, inti sperma bergabung dengan inti ovum jika telah ada satu sperma yang masuk kedalam ovum, sperma lain tidak dapat menembus membran ovum.
Ektodermis akan membentuk kulit dan sistem saraf. Mesodermis akan membentuk rangka, otot, sistem peredaran darah, sistem ekskresi, dan sistem reproduksi. Endodermis akan membentuk sistem pernapasan dan pencernaan
Membran embrio terdiri atas kuning telur, amnion, korion, san alantois. Kuning telur merupakan pelebaran dari lapisan endodermis dan berfungsi sebagai tempat perbuatan darah. Amnion merupakan cairan tempat embrio mengapung dan berfungsi sebagai pelindung embrio dari goncangan dan benturan. Korion menyelubungi amnion dan kuning telur. Alantois berfungsi sebagai organ pernapasan Dan ekskresi
kesehatan organ reproduksi menentukan kualitas generasi penerus atau keturunan. Organ reproduksi yang sehat akan menghasilkan keturunan yang sehat, demikian pula sebaliknya
Komentar
Posting Komentar